Jangan Berbangga Diri karena dipuji orang
Risalahislami.com-bentuk penunjukkan kelebihan seorang adalah dengan satu pujian. Ya, pujian dipakai untuk memberi animo atau rasa mengagumi akan pada seorang karna prestasi yang sudah diperolehnya. Oleh karena itu, orang juga akan memberi pujian supaya bisa tunjukkan rasa bangga pada orang yang lain yang dipuji itu.
Bila seorang mendapatkan pujian itu umumnya juga akan mempunyai rasa kebanggaan tersendiri. Cuma, jangan sampai salah, nyatanya pujian seringkali juga membawa malapetaka. Kenapa bisa demikian? Karna biasanya, dengan pujian kita juga akan terlena, serta terasa tertinggi maupun terhebat diantara yang lain.
Jika pikiran paling tinggi atau paling hebat itu telah bersarang dalam benak kita, berarti secara tidak langsung kita telah bersikap sombong. Itu berarti kita membanggakan diri sendiri dengan melupakan bahwa ada yang paling tinggi daripada diri kita.
Telah pasti Allah SWT-lah yang mempunyai tempat tertinggi itu. Namun, sebelumnya kita menjangkau kesana juga, masih tetap ada beberapa orang yang mempunyai kedudukan lebih tinggi dari pada kita. Umpamanya, bila kita seseorang sarjana, serta beberapa orang memberikan pujian pada kita karna kita telah mempunyai titel itu. Sampai, pada akhirnya kita terlena dengan terasa kedudukannya tertinggi. Serta, kita lupa kalau nyatanya ada orang yang lain yang telah jadi doktor bahkan juga professor, yang pastinya kedudukannya itu lebih tinggi dari pada seseorang sarjana.
Maka dari itu, jangan dulu senang menerima pujian dari seseorang. Jika hidup kita hanya ingin terlihat memiliki segalanya daripada orang lain, agar orang lain memuji kita, itu tak ada artinya. Apa sih yang akan kita peroleh dari pujian itu? Senang? Memang iya, tapi hanya sesaat. Tahukah Anda, jika kesenangan itu berujung dengan kita membanggakan diri, maka petaka itu akan hadir dengan sendirinya.
Seperti halnya iblis yang membanggakan dirinya karena terbuat dari api hingga ia tak mau bersujud kepada Adam AS. Apa yang terjadi padanya? Akhirnya ia dikeluarkan dari surga oleh Allah SWT. Itulah contoh dari orang yang selalu membanggakan diri, hingga lupa bahwa kita bukanlah makhluk yang sempurnya. Pasti kelemahan itu ada dan melekat pada diri kita.
Baca juga :
Ingatlah bahwa pujian itu hanya milik Allah SWT semata. Kita tidak memiliki hak itu. Maka, jangan mau untuk dipuji. Kalau pun ada orang yang memuji kita, tanpa ada niat sedikit pun diri kita ingin dipuji, lebih baik kita kembalikan pujian itu kepada Allah. Bagaimana caranya?
Ketika kita dipuji ucapkanlah alhamdulillah, yang berarti kita mensyukuri nikmat atas kelebihan yang diberikan oleh Allah. Lalu ucapkanlah masya Allah, yang berarti hanya Allah-lah yang Mahasuci, tak ada sedikit pun kekurangan dari-Nya, sedangkan kita hanyalah makhluk yang tak luput dari kekurangan dan kesalahan.
Kemudian baru kita katakan astaghfirullahaladziim, karna takutnya ada fikiran yang memperlihatkan kenikmatan karna dipuji, yang membuat kita terasa membanggakan diri. Wallahu ‘alam.


Post a Comment