4 Motivasi Agar Semangat Puasa Syawal
risalahislami.com - Alhamdulillah kita sudah selesai melaksanakan puasa Ramadhan tahun ini. Begitu banyak cobaan yang telah kita lalui, maka dengan amal-amal yang baik telah membantu kita dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Karena saat ini masih bulan syawal, maka ada lagi amalan yang baik untuk diamalkan yaitu puasa syawal. berikut merupakan 5 keuntungan yang kita peroleh jika melakukan puasa dibulan syawal.
1. Dengan melaksanakan puasa syawal maka kita seolah-olah melakukan puasa setahun penuh.
Telah menceritakan kepada kami An Nufaili, Telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dari Shafwan bin Sulaim serta Sa'd bin Sa'id, dari Umar bin Tsabit Al Anshari, dari Abu Ayyub sahabat nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau berkata: "Barangsiapa yang melakukan puasa pada Bulan Ramadhan kemudian ia ikutkan dengan puasa enam hari pada Bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa satu tahun." (HR. Abu Daud:2078)
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah bin Sa'id dan Ali bin Hujr semuanya dari Isma'il - Ibnu Ayyub berkata- Telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ja'far telah mengabarkan kepadaku Sa'd bin Sa'id bin Qais dari Umar bin Tsabit bin Harits Al Khazraji dari Abu Ayyub Al Anshari radliallahu 'anhu, bahwa ia telah menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang berpuasa Ramadlan kemudian diiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka yang demikian itu seolah-olah berpuasa sepanjang masa." Dan Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Sa'd Sa'id saudaranya Yahya bin Sa'id, telah mengabarkan kepada kami Umar bin Tsabit telah mengabarkan kepada kami Ayyub Al Anshari radliallahu 'anhu, ia berkata; Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda. Yakni dengan hadits semisalnya. Dan Telah menceritakannya kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Mubarak dari Sa'd bin Sa'id ia berkata, saya mendengar Umar bin Tsabit ia berkata, saya mendengar Abu Ayyub radliallahu 'anhu. Berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: yakni dengan hadits yang serupa. (HR. Muslim:1984)
Cara melakukan puasa syawal yaitu :
a. Niat Puasa syawal
b. Puasa yang dilakukan adalah selama 6 hari
c. Lebih baik puasa syawal dilakukan setelah Idul Fithri, tapi tidak mengapa dilakukan di hari yang lain yang penting masih dibulan syawal
d. Lebih utama puasa dilakukan secara berurutan, tetapi tidak mengapa jika dilakukan tidak secara berurutan.
e. Diusahakan melakukan qodho' puasa ramadhan terlebih dahulu (jika ada puasa wajib yang tertinggal) karena puasa wajib lebih penting daripada puasa sunnah.
2. Puasa syawal merupakan penyempurna seperti halnya shalat wajib disempurnakan dengan shalat sunnah rawatib
Didalam puasa ramadhan tentunya kita masih banyak melakukan kekurangan disetiap amalan. Adanya puasa syawal maka segala bentuk kekurangan akan bisa terlengkapi, sama halnya seperti shalat wajib jika memiliki kekurangan maka dapat dilengkapi dengan shalat sunnah.
3. Melaksanakan puasa syawal merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT.
Dalam hal ini tentunya kita harus bersyukur, karena dengan dilakukannya puasa ramadhan berarti Allah SWT. telah memberi keampunan kepada kita dengan amalan dan kebaikan yang telah kita kerjakan. Rasulullah Shallallahu 'alahi wassalam juga senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. padahal segala dosanya yang telah lalu dan akan datang telah diampuni oleh Allah SWT.
Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Abdul Aziz Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yahya Telah mengabarkan kepada kami Haiwah dari Abu Al Aswad dia mendengar Urwah dari Aisyah radliallahu 'anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat malam hingga kaki beliau bengkak-bengkak. Aisyah berkata: Wahai Rasulullah, kenapa Anda melakukan ini padahal Allah telah mengampuni dosa anda yang telah berlalu dan yang akan datang? Beliau bersabda: "Apakah aku tidak suka jika menjadi hamba yang bersyukur?" Dan tatkala beliau gemuk, beliau shalat sambil duduk, apabila beliau hendak ruku' maka beliau berdiri kemudian membaca beberapa ayat lalu ruku.' (HR. Bukhari:4460 )
Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma'ruf dan Harun bin Sa'id Al Aili keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb telah mengkhabarkan kepadaku Abu Shakhr dari Ibnu Qusaith dari Urwah bin Az Zubair dari Aisyah berkata: Bila shalat, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam berdiri hingga kaki beliau bengkak. Aisyah berkata: Wahai Rasulullah, kenapa Tuan melakukan ini padahal Allah telah mengampuni dosa Tuan yang telah berlalu dan yang dikemudian. Beliau bersabda: "Apakah aku tidak menjadi hamba yang bersyukur?" (HR. Muslim:2820)
4. Melakukan amal yang berkelanjutan merupakan kebiasaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam
Setelah melakukan berbagai amalan dan puasa selama bulan ramadhan hendaknya setelah ramadhan amal kita tidak terhenti bahkan setelah ramadhan kita bertambah semangat untuk melakukan berbagai amalan. Meskipun terkadang amalan tersebut kelihatan sedikit tetapi apabila dilakukan terus-menerus akan disukai Allah SWT.
Dan telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb dan Ishaq bin Ibrahim -Zuhari berkata- telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Ibrahim dari Alqamah ia berkata; Saya bertanya kepada Ummul mukminin Aisyah, "Wahai Ummul mukminin, bagaimanah amalan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam? Apakah beliau mengkhususkan suatu amalan pada hari tertentu?" Aisyah menjawab, "Tidak, amalan beliau adalah terus menerus. Dan siapa pun kalian, pasti akan mampu melakukan amalan yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mampu melakukannya." (HR. Muslim:1304)
Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Sa'd bin Sa'id telah mengabarkan kepadaku Al Qasim bin Muhammad dari Aisyah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus (dilakukan) meskipun sedikit." Al Qasim berkata; Dan Aisyah, bila ia mengerjakan suatu amalan, maka ia akan menekuninya. (HR. Muslim:1305)
Baca juga :


Post a Comment